Larangan Isbal (2/3)

Setelah jelas pemaparan dalil-dalil larangan isbal, maka pembahasan selanjutnya adalah penjelas dari syubhat-syubhat (keterangan-keterangan yang mbuat ragu dari kebenaran) yang muncul dari sebagian saudara kita yang membolehkan isbal. Mereka mengatakan, “Isbal tidak apa-apa kalau tidak sombong”, dengan dalil hadits Abu Bakar dan kaidah ushul fiqih yang telah disepakati para ulama’ fiqih. Benarkah demikian?

Larangan Isbal (1/3)

Isbal artinya melabuhkan pakaian hingga menutupi mata kaki, dan hal ini terlarang secara tegas baik karena sombong maupun tidak. Larangan isbal bagi laki-laki telah dijelaskan dalam hadits-hadits Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam yang sangat banyak, maka selayaknya bagi seorang muslim yang telah ridho Islam sebagai agamanya untuk menjauhi hal ini. Namun ada sebagian kalangan yang [...]

Optimis Menatap Hidup
Al-Furqon Edisi 3 Th V/1426H

Majalah Al Furqon edisi kali ini mengangkat permasalahan aktual dan krusial karena dampak yang ditimbulkan yang lumayan parah dan kompleks. Bukan hanya dari sisi ekonomi, tetapi yang penting justru dari sisi sikap seorang muslim dalam menghadapi problema. Sebab permasalahan dan bencana saat ini merupakan refleksi keimanan seseorang. Simak artikel-artikel menarik lainnya terutama seputar amalan di [...]

Kaidah Yang (Hampir) Ditinggalkan Dalam Beragama (4/4)

Pada bagian terakhir ini akan dipaparkan sebuah sandaran (yang menjadi dasar) lain akan kaidah yang sangat menentukan (arah beragamanya seseorang) ini. Hal ini sebagai penguat keterangan-keterangan sebelumnya, sehingga kaidah ini tertanam dalam benak kita serta mendapat perhatian yang besar bagi kita semua (kaum muslimin).

Kaidah Yang (Hampir) Ditinggalkan Dalam Beragama (3/4)

Jika kaidah dalam memahami dalil sudah jelas, yaitu harus sesuai dengan pemahaman para sahabat, atau dikenal juga dengan generasi salaf, maka bagian ketiga ini, akan dibahas lebih lanjut pengertian salaf baik secara bahasa maupun istilah.

Kaidah Yang (Hampir) Ditinggalkan Dalam Beragama (2/4)

Setelah jelas dasar/landasan yang kuat akan kaidah bagaimana memahami al-Qur’an dan as-Sunnah, pemabahsan selanjutnya adalah kisah yang sangat menarik mengenai penerapan kaidah tersebut. Kisah yang patut kita renungi dan ambil pelajaran.

Kaidah Yang (Hampir) Ditinggalkan Dalam Beragama (1/4)

“Mengapa umat Islam terpecah belah? Ada yang berpemahaman seperti ini, ada yang seperti itu? Sebagian dari mereka, saling ‘berantem’, padahal mereka sama-sama memiliki Al-Qur’an yang sama, sunnah/hadits dari sumber yang sama?” Mungkin kebingungan ini sering terlintas dalam benak seorang muslim, yang memperhatikan keadaan saudaranya (kaum muslimin).

Bad Behavior has blocked 167 access attempts in the last 7 days.