Penuturan Al-Hafidz Ibnu Hajar Al-Asqalani Mengkaitkan Asyuro dengan Maulid

Di antara syubhat / ketersamaran tentang perayaan Maulid yang ada di dalam pikiran para pelaku, pendukung dan pembela Maulid adalah penuturan Al-Hafidz Ibnu Hajar Al-Asqalani yang mengkaitkan rasa syukur atas nikmat kelahiran dan kedatangan Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam. Agar lebih jelas, berikut kami kutip pemaparan Al-Imam As-Suyuthi tentang hal ini.1 Sumber: ebook Trilogi Maulid [...]

Kewajiban Pertama (2/2)

(red. vbaitullah.or.id:) Bagian kedua ini melanjutkan pembahasan sebelumnya yakni mengenai dalil-dalil yang menunjukkan bahwa kewajiban yang pertama kali harus didahulukan adalah bersyahadat. Hal ini karena Rasulullah sering dalam berbagai keadaan mengajarkan kepada para sahabatnya mengenai syahadat. Dengan penjelasan ini, maka teranglah bagi kita anggapan-anggapan yang kurang tepat bahwa kewajiban pertama yang harus dilakukan oleh manusia [...]

Kewajiban Pertama (1/2)

Allah telah menciptakan manusia, dari tidak ada menjadi ada. Allah telah memberikan berbagai keperluan hidup manusia di dunia ini. Dia juga memberikan akal dan naluri. Dengan akal dan nalurinya, manusia dapat membedakan perkara yang bermanfaat baginya secara global dan yang membahayakannya.

Kedudukan Akal Dalam Islam (3/3)

(red. vbaitullah): Dari pembahasan yang kedua, nyatalah penolakan kaum ‘aqlaniyun (para pendewa akal) terhadap syari’at, terutama khabar-khabar yang tidak dapat dicerna oleh akal-akal mereka. Lalu (memangnya) kenapa pemikiran / paham mereka itu sesat? Di mana letak kesesatannya? Kalau sesat, bagaimana seharusnya kedudukan akal dan naql (wahyu) dalam Islam? Akhirnya, insya Allah pertanyaan-pertanyaan itu akan dijawab [...]

Kedudukan Akal Dalam Islam (2/3)

(red. vbaitullah): Setelah mengetahui definisi akal, ruang lingkup dan pemuliaan Islam terhadapnya, maka pembahasan selanjutnya mulai mengarah kepada segolongan manusia yang mendewakan akal, mendudukkan akal manusia dengan kedudukan yang sangat tinggi. Siapa-siapa saja mereka ini?

Kedudukan Akal Dalam Islam (1/3)

(red. vbaitullah.or.id): Akal adalah kelebihan yang diberikan Allah kepada manusia dibanding dengan makhluk-makhluk-Nya yang lain. Dengannya, manusia dapat membuat hal-hal yang dapat mempermudah urusan mereka di dunia. Namun, segala yang dimiliki manusia tentu ada keterbatasan-keterbatasan sehingga ada pagar-pagar yang tidak boleh dilewati. Lalu bagaimana kedudukan akal di dalam Islam?

Kaidah Yang (Hampir) Ditinggalkan Dalam Beragama (4/4)

Pada bagian terakhir ini akan dipaparkan sebuah sandaran (yang menjadi dasar) lain akan kaidah yang sangat menentukan (arah beragamanya seseorang) ini. Hal ini sebagai penguat keterangan-keterangan sebelumnya, sehingga kaidah ini tertanam dalam benak kita serta mendapat perhatian yang besar bagi kita semua (kaum muslimin).

Kaidah Yang (Hampir) Ditinggalkan Dalam Beragama (3/4)

Jika kaidah dalam memahami dalil sudah jelas, yaitu harus sesuai dengan pemahaman para sahabat, atau dikenal juga dengan generasi salaf, maka bagian ketiga ini, akan dibahas lebih lanjut pengertian salaf baik secara bahasa maupun istilah.

Kaidah Yang (Hampir) Ditinggalkan Dalam Beragama (2/4)

Setelah jelas dasar/landasan yang kuat akan kaidah bagaimana memahami al-Qur’an dan as-Sunnah, pemabahsan selanjutnya adalah kisah yang sangat menarik mengenai penerapan kaidah tersebut. Kisah yang patut kita renungi dan ambil pelajaran.

Kaidah Yang (Hampir) Ditinggalkan Dalam Beragama (1/4)

“Mengapa umat Islam terpecah belah? Ada yang berpemahaman seperti ini, ada yang seperti itu? Sebagian dari mereka, saling ‘berantem’, padahal mereka sama-sama memiliki Al-Qur’an yang sama, sunnah/hadits dari sumber yang sama?” Mungkin kebingungan ini sering terlintas dalam benak seorang muslim, yang memperhatikan keadaan saudaranya (kaum muslimin).

Bad Behavior has blocked 167 access attempts in the last 7 days.